rono pitoyo

Kediri, Jawa Timur, Indonesia
About

Pitoyo adalah anak Ke diri asli yang dilahirkan 53 tahun yang lalu anak ke 3 dari 10 saudara. Ayahku adalah seorang pejuang Perintis Kemerdekaan RI lewat PETA Blitar bersama Sodanco Supriadi. Ayahku sendiri bernama Sodanco Dasrip Atmodarsono. Ayahku bersama kawan-kawannya telah bertekat dengan penuh semangat ingin melepaskan bangsa ini dari belenggu penjajah . Namun perjuangan itu gagal akhirnya dipenjarakanlah ayahku bersama tahanan lainnya konon sekitar 65 orang ke penjara Sukamiskin Bandung.  Siksaan demi siksaan diterima oleh para tahanan mulai makanan dicampur serpih kaca, dipukul dengan buntut sapi,diairi mulutnya hingga perut kembung. sehingga banyak yang mati. saat dilepas Jepang, karena Hirosima dan Nagasaki di bom Sekutu ada 11 orang namun ada satu orang sampai di pelukan orang tua langsung meninggal. Ayahku terus melanjutkan ke militer. terakhir tugas sebagai Kepala Staf Kodim Pacitan karena meninggal tahun 1964 meninggalkan 1 istri, 3 putri dan 7 putra. Anak pertama masih kelas 1 SMAN 1 Kediri, yang terkecil masih 3 bulan dalam kandungan. Saya sendiri Rono Pitoyo adanak ke 8 yang waktu itu masih berusia 3 th 3 bulan . Namun semangat perjuangan ayahku tidaklah padam; ternyata semangat ayahku telah menghantarkan putra-putrinya menjadi orang-orang yang disegani di masyarakat. Karena ada yang jadi sarjana apoteker, dokter, sarjana hukum , Insinyur. Kini aku menjdi guru di SMAN 7 Kediri. Trima kasih ayahku, trima kasih ibuku bagiku kau berdua adalah pejuang sejatiku. Semoga pengorbananmu menjadi pelita dialam keabadianmu.Ibu saya bernama Ny. Hj Rr. Sariatun, sekarang usianya 87 tahun sangat lemah, tidak bisa jalan, sedikit pikun. Putra  putrinya sudah amat sibuk dengan kehidupan keluarganya masing masing.